Kamis, 13 Desember 2012

Aurora


AURORA


Aurora merupakan fenomena pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planet sebagai akibat adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh matahari (angin matahari).

Penyebab Terjadinya Aurora

Aurora terjadi akibat atom-atom yang bertumbukan dengan partikel-partikel bermuatan, terutama elektron dan proton yang berasal dari Matahari. Partikel-partikel tersebut terlempar dengan kecepatan lebih dari 500 mil per detik dan terhisap medan magnet Bumi di sekitar kutub utara dan selatan. Warna-warna yang dihasilkan disebabkan benturan partikel dan molekul atau atom yang berbeda. Misalnya aurora hijau terjadi akibat benturan partikel elektron dengan molekul nitrogen. Aurora merah terjadi akibat benturan partikel elektron dengan atom oksigen.

Bagian penting dari mekanisme aurora adalah "angin Matahari" yaitu suatu aliran partikel yang keluar dari matahari. Angin Matahari menggerakkan sejumlah besar listrik di atmosfer (sabuk Van Allen). Energi ini akan mempercepat partikel ke atmosfer bagian atas yang kemudian akan bertabrakan dengan berbagai gas. Hasilnya adalah warna-warna di angkasa yang bergerak-gerak. Tekanan listrik mengeluarkan molekul gas menjadi keadaan energi yang lebih yang mengakibatkan lepasnya foton. Warna tergantung pada frekuensi tumbukan antara partikel-partikel dan gas-gas

Aurora borealis
adalah fenomena pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planet (dalam hal ini bumi) sebagai akibat adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet (bumi) dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh Matahari. Sering juga disebut Angin Surya.

Aurora terjadi di daerah di sekitar kutub Utara dan Selatan karena disitulah pusat magnetik bumi. Aurora yang terjadi di daerah sebelah Utara dikenal dengan nama Aurora Borealis. Aurora adalah nama Dewi Fajar Romawi dan Boreas adalah Angin Utara dalam bahasa Yunani. Sering juga disebut Northern Lights.

Ketika hal ini terjadi di Eropa, Aurora sering terlihat kemerah-merahan atau kehijauan di ufuk utara seolah-olah Matahari akan terbit dari arah tersebut. Fenomena aurora di sebelah Selatan yang dikenal dengan Aurora Australis mempunyai sifat-sifat yang serupa. Berikut gambar-gambar Aurora Borealis yang tampak di beberapa kota di Norwegia saat terjadi Badai Matahari kemarin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar